
Rumah Sakit Vall d’Hebron di Barcelona, Spanyol, sedang mengembangkan teknologi yang memungkinkan dokter membuat versi digital dari tubuh pasien. Teknologi ini dirancang untuk memprediksi bagaimana penyakit akan berkembang dan menentukan perawatan mana yang paling cocok untuk setiap individu.
Konsep kembaran digital tersebut dibangun dari citra medis, data klinis, dan informasi genetik pasien. Dengan replika virtual ini, dokter bisa mensimulasikan berbagai skenario penyakit dan efektivitas pengobatan sebelum menerapkannya di dunia nyata. Menurut Dr. Manel Escobar, Direktur Klinis Radiologi Diagnostik RS Vall d’Hebron, “Kami juga dapat menyimulasikan perawatan mana yang paling efektif bagi orang tersebut, dan bagaimana kondisi mereka akan berkembang dengan perawatan tersebut.”
Teknologi ini terutama bermanfaat untuk menangani penyakit kompleks dan bawaan, khususnya di bidang kardiologi, serta kondisi umum seperti migrain. Pendekatan personalisasi ini membuka peluang dokter untuk memberikan treatment yang lebih akurat sesuai kondisi unik setiap pasien.
Proyek tersebut mendapat dukungan finansial sebesar 11,7 juta euro dari Dana Pembangunan Regional Eropa (ERDF). Selama tiga tahun ke depan, tim spesialis rumah sakit bekerja sama dengan mitra teknologi untuk mengembangkan model komputasi canggih yang dapat diterapkan di berbagai spesialisasi medis dan bedah.
Inisiatif ini menunjukkan bagaimana teknologi digital semakin masuk ke ranah kesehatan untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan efektivitas perawatan pasien.
Sumber: Antara News
Rekomendasi

Batik Banyuwangi Bukan Cuma Warisan, Tapi Mesin Penghasil Ekonomi Baru

Empat Lembaga Negara Miliki Teknologi Spyware Canggih, Tapi Pengawasan Masih Lemah

Rekrutmen Hacker Muda Korea Utara: Gaji Menggiurkan tapi Kerja Brutal hingga 10 Jam Sehari

