Indonesia Pimpin Pelatihan Keselamatan Penerbangan Regional untuk Tangani Risiko Satwa Liar

Indonesia Pimpin Pelatihan Keselamatan Penerbangan Regional untuk Tangani Risiko Satwa Liar

Kementerian Perhubungan akan menyelenggarakan pelatihan keselamatan penerbangan berskala regional pada November 2026 di Jakarta dengan melibatkan 50 peserta dari sembilan negara Asia Tenggara. Program ini fokus pada pengelolaan risiko satwa liar di bandara udara menggunakan pendekatan berbasis analisis risiko sistematis.

Negara-negara peserta mencakup Vietnam, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, Singapura, Laos, Kamboja, dan Filipina. Pelatihan diselenggarakan berkolaborasi dengan ICAO Cooperative Development of Operational Safety and Continuing Airworthiness Programme (COSCAP-SEA) dan World Birdstrike Association (WBA).

Menurut Putu Eka Cahyadhi, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub, “Kolaborasi regional menjadi kunci untuk menghadapi tantangan keselamatan penerbangan yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.” Dia menekankan bahwa pengelolaan satwa liar bukan sekadar pengendalian kehadiran hewan, melainkan pemahaman mendalam tentang potensi bahaya mereka.

Data dari Asia-Pacific Regional Aviation Safety Plan 2026-2028 menunjukkan risiko tabrakan burung atau satwa liar menjadi ancaman keselamatan yang paling banyak diidentifikasi di kawasan tersebut—tercatat di delapan administrasi negara. Meski tidak semua insiden berdampak serius, potensi risiko tetap perlu diantisipasi terutama saat fase lepas landas dan pendaratan.

Indonesia menghadapi tantangan unik karena letak geografisnya sebagai negara kepulauan dengan beragam ekosistem dan bandara yang berada dekat pesisir, lahan basah, hutan, pertanian, serta perkotaan. Kondisi ini memerlukan strategi pengelolaan yang mempertimbangkan keberadaan berbagai spesies burung termasuk burung migran.

Program pelatihan mencakup kunjungan lapangan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk pengamatan langsung potensi bahaya satwa liar dan praktik penerapan langkah mitigasi. Komitmen Kemenhub adalah memperkuat kolaborasi regional berkelanjutan guna menciptakan penerbangan yang lebih aman bagi masyarakat.

Putu menegaskan, “Kita tidak cukup hanya melakukan tindakan pengusiran atau pengendalian satwa, tetapi perlu memahami potensi bahayanya dan memastikan langkah mitigasi yang diterapkan benar-benar efektif.” Upaya ini diharapkan mengurangi gangguan operasional pesawat dan meningkatkan kualitas layanan transportasi udara di region.

Sumber: Antara News

Rekomendasi

Scroll to Top