Magelang Kembangkan Ekosistem Susu Kambing untuk Perkuat Ekonomi Peternak

Magelang Kembangkan Ekosistem Susu Kambing untuk Perkuat Ekonomi Peternak

Kabupaten Magelang sedang membangun strategi untuk mengubah peternakan kambing dari bisnis biasa menjadi industri yang menguntungkan. Langkah pertama dilakukan dengan meresmian unit pengolahan susu kambing milik Koperasi Produsen Rojo Koyo Utomo, yang dimulai dengan dukungan langsung dari Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa pada Jumat pekan lalu.

Tujuan utama proyek ini bukan hanya meningkatkan kapasitas produksi, melainkan membangun sistem bisnis yang utuh dan terintegrasi. Dari hulu ke hilir, seluruh proses—mulai dari produksi susu, pengolahan, hingga pemasaran—harus berjalan bersama agar peternak mendapat keuntungan maksimal dari setiap tahapannya.

Muhammad Saleh Mustafa menekankan bahwa bangun infrastruktur pengolahan bukanlah akhir dari pekerjaan. “Ending -nya itu marketing,” tegasnya, menunjukkan bahwa tanpa strategi pemasaran yang kuat sejak awal, seluruh investasi tidak akan memberikan hasil yang diharapkan.

Untuk mencapai tujuan itu, koperasi didorong melakukan beberapa perubahan strategis. Pertama, mereka harus memperkuat tata kelola usaha dengan transparansi dan akuntabilitas yang baik. Kedua, membangun hubungan langsung dengan pembeli utama agar tidak lagi terjebak pada posisi tawar yang lemah akibat terlalu banyak perantara.

Wakil Menteri menambahkan bahwa koperasi bisa menerapkan sistem pembelian bersama untuk sarana produksi, sehingga biaya operasional lebih efisien. Dengan model ini, “Koperasi langsung berhubungan dengan penampung utama, jadi tidak melalui level,” ungkapnya, merangkum esensi dari strategi penyederhanaan rantai pasok.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji juga turut menyoroti pentingnya pendekatan menyeluruh terhadap agribisnis. Menurutnya, pertanian dan peternakan bukan sekadar sektor ekonomi, tetapi “urat nadi kehidupan” masyarakat Magelang yang menjaga ketahanan pangan baik lokal maupun nasional.

Pemerintah daerah memberikan dukungan konkret dengan menyediakan peralatan pengolahan dan sertifikasi halal serta Nomor Kontrol Veteriner (NKV) untuk produk susu kambing. Selain itu, mereka memperkenalkan aplikasi digital TUMRAPE yang memungkinkan peternak mencatat data ternak lengkap, dari identitas melalui barcode hingga riwayat kesehatan dan produktivitas.

Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu pemerintah memetakan populasi ternak, memantau kondisi kesehatan, dan meningkatkan ketertelusuran produk. Dengan sistem yang terintegrasi ini, peternak bisa bekerja lebih efisien dan pemerintah dapat mengantisipasi potensi masalah lebih cepat.

Bupati Grengseng berharap kesuksesan Koperasi Produsen Rojo Koyo Utomo bisa menjadi teladan dan memicu berkembangnya koperasi serupa di berbagai wilayah Magelang. Proyek ini menandai awal perjalanan menuju ekosistem peternakan yang matang, di mana produk tidak lagi dipasarkan mentah-mentah, tetapi dengan nilai tambah yang signifikan bagi semua pihak yang terlibat.

Sumber: Antara News

Rekomendasi

Scroll to Top