
Industri smartphone mengalami penurunan drastis pada kuartal ketiga 2026. Data dari lembaga riset Omdia menunjukkan pengiriman perangkat mobile di seluruh dunia turun 20% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Penyebab utama melambatnya permintaan adalah naiknya harga jual smartphone di pasaran. Konsumen, terutama di negara-negara dengan ekonomi berkembang, mulai berpikir dua kali sebelum membeli perangkat baru karena daya beli mereka terbatas.
Meski pasar global sedang lesu, Samsung tetap mempertahankan posisinya sebagai pemain terbesar industri smartphone. Produsen asal Korea Selatan ini terus mendominasi pangsa pasar meskipun volume penjualan keseluruhan sedang mengalami tekanan.
Perlambatan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi produsen smartphone dalam menyeimbangkan margin keuntungan dengan daya saing harga. Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa konsumen semakin selektif dalam memilih waktu dan produk untuk dibeli.
Sumber: Detik Inet
Rekomendasi

PEVS 2026 Catat 35 Ribu Pengunjung, Minat Publik Terhadap Kendaraan Listrik Terus Meningkat

Adopsi AI Justru Bikin Perusahaan Asia-Pasifik Tertinggal dalam Modernisasi IT

Industri Kakao Olahan Indonesia Tumbuh, Kemenperin Manfaatkan Perjanjian Perdagangan untuk Perluas Ekspor

