Dua Alumni Universitas Singapura Pimpin Perusahaan Teknologi Raksasa AS

Dua Alumni Universitas Singapura Pimpin Perusahaan Teknologi Raksasa AS

Lip-Bu Tan dan Irving Tan, keduanya lulusan Nanyang Technological University (NTU) Singapura, kini memimpin dua perusahaan teknologi terbesar Amerika Serikat. Lip-Bu Tan menjabat CEO Intel sejak Maret 2025, sementara Irving Tan memegang posisi CEO Western Digital sejak Februari 2025. Pencapaian ini menunjukkan kontribusi signifikan lulusan Asia Tenggara dalam industri teknologi global.

Lip-Bu Tan, lahir di Muar, Malaysia pada 1959, menyelesaikan kuliah fisika di Nanyang University (pendahulu NTU) pada 1978 saat berusia 19 tahun. Perjalanannya penuh tantangan—ia sempat berada di daftar tunggu selama tiga bulan sebelum diterima. Meski keterlambatan ini, ia berhasil meraih peringkat dua teratas dalam ujian universitas pertamanya. “Dengan hasil tersebut, setidaknya saya tahu di mana posisi saya di kampus dan saya mendapatkan kepercayaan diri. Jadi itu adalah kesuksesan pertama saya,” kenangnya ketika diwawancara Straits Times.

Setelah meraih magister teknik nuklir dari MIT dan MBA dari University of San Francisco, Lip-Bu Tan justru bergerak ke industri investasi. Ia mendirikan firma modal ventura Walden International pada 1987 dan menjadi investor di berbagai perusahaan teknologi, termasuk Creative Technology yang berbasis di Singapura. Kariernya kemudian melompat ke kepemimpinan korporat sebagai CEO Cadence Design Systems dari 2009 hingga 2021, di mana pendapatan perusahaan naik dua kali lipat dan nilai saham meningkat 3.200 persen.

Kesuksesan investasi dan kepemimpinan korporatnya mengantarkan Lip-Bu Tan menjadi miliarder dengan kekayaan diperkirakan minimal USD 1,1 miliar pada Agustus 2025. Ia tetap dekat dengan almamaternya, menjadi wali amanat NTU dari 2006 hingga 2011 dan menyumbang USD 3 juta pada 2024 untuk mendirikan jabatan profesor pertama di bidang AI. Dalam diskusi dengan pimpinan NTU, ia menekankan pentingnya kerendahan hati dan budaya komunikasi jujur, menganalogikan hidup sebagai “maraton, bukan sprint.”

Jalur Irving Tan, 56 tahun, berbeda jauh dari Lip-Bu Tan meski sama-sama alumni NTU. Irving Tan lulus dengan gelar sarjana teknik mesin pada 1995 dan memulai karir di ExxonMobil, bekerja di bidang keuangan, penjualan, pemasaran, dan operasional. Ketika mengutarakan frustrasi dengan praktik birokrasi, manajernya memberikan nasihat yang mengubah perspektifnya: “Suatu hari nanti kamu akan berada pada posisi untuk mengubahnya.”

Irving Tan kemudian meraih MBA dari NTU dan beralih ke dunia konsultasi manajemen melalui Kearney sebelum masuk industri teknologi. Ia menghabiskan 13 tahun di Cisco dengan pencapaian luar biasa, akhirnya mencapai posisi chief of operations dan chairman Asia Pasifik, Jepang, dan China. Bergabung dengan Western Digital sebagai wakil presiden eksekutif operasi global sebelum diangkat CEO pada Februari 2025.

Mengenai perkembangan kariernya yang tidak terencana, Irving Tan menyebutkan: “Benang merah di sepanjang karier saya adalah kemauan untuk belajar, beradaptasi, dan menerima tantangan yang memperluas perspektif saya, bahkan ketika saya belum mengantongi semua jawaban pada hari pertama.” Pengalamannya mengajarkan bahwa kepemimpinan efektif tidak selalu memerlukan kepastian penuh, dan ia menyarankan profesional muda mengembangkan keterampilan bisnis, komunikasi, dan kepemimpinan seiring dengan keahlian teknis.

Keberhasilan kedua pemimpin ini mencerminkan bagaimana pendidikan berkualitas dan pengalaman lintas industri dapat membuka peluang karir global. NTU sendiri merupakan institusi terkemuka di Asia, menempati posisi ketiga bersama National University of Singapore dalam QS Asia University Rankings 2026. Prestasi Lip-Bu Tan dan Irving Tan menjadi inspirasi bagi generasi muda yang bermimpi membuat dampak besar di industri teknologi dunia.

Sumber: Detik Inet

Rekomendasi

Scroll to Top