
Ilham Akbar Habibie, putra sulung mantan Presiden BJ Habibie, mengatakan ada persepsi salah kaprah tentang sosok ayahnya. Banyak orang hanya mengenalnya sebagai pakar teknologi dan penerbangan, padahal kontribusinya jauh lebih luas dari itu.
“Padahal sebetulnya tidak, yakni juga mendorong demokrasi,” ungkap Ilham saat menerima penghargaan di acara Lifetime Achievement Awards 2026 di Jakarta. Menurutnya, ayahnya selalu menekankan hubungan erat antara kemajuan teknologi dengan nilai-nilai moral, etika, dan demokrasi.
Ilham menjelaskan bahwa BJ Habibie mengajarkan anaknya melalui contoh nyata, bukan sekadar nasihat. Sejak kecil, dia sering diajak ke kantor ayahnya untuk melihat langsung bagaimana kerja dan dedikasi dalam bidang teknologi penerbangan dilakukan.
Cara mendidik yang diterapkan BJ Habibie dan istri Ainun tidak bersifat direktif. “Ibu mendidik saya untuk bisa mandiri, bertindak secara lebih matang dan bijak. Bapak memberikan saya prinsip-prinsip dasar dan kalau ada kesempatan, kami diskusi,” ujar Ilham.
Salah satu pesan terpenting dari BJ Habibie adalah pentingnya berkontribusi bagi bangsa dan negara. Meskipun tinggal di luar Indonesia, Ilham selalu diingatkan untuk membantu Indonesia maju, sejahtera, dan lebih merata dalam hal ekonomi dan pendidikan.
Penghargaan seumur hidup tersebut juga diberikan kepada tokoh lain seperti Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan William Soeryadjaya, yang memiliki latar belakang pengabdian berbeda namun sama-sama diakui kontribusinya bagi negara.
Sumber: Detik Inet
Rekomendasi

Pemerintah Diminta Segera Tetapkan Panduan UMP 2027, Masih Pakai Acuan PP 49/2025

PSM Makassar Mulai ILeague Cup dengan Kemenangan, Pelatih Optimis Lolos Fase Grup

Vivo Siapkan Dua Flagship Kamera Canggih untuk 2027, Intip Spesifikasinya

