Bentley Tetap Pabrik Inggris meski Dipegang Volkswagen, Begini Ceritanya

Bentley Tetap Pabrik Inggris meski Dipegang Volkswagen, Begini Ceritanya

Bentley, merek mobil mewah ternama Inggris, hingga kini masih mempertahankan identitasnya sebagai produk Inggris meskipun sudah berada di bawah kepemilikan Volkswagen sejak 1998. Keputusan Volkswagen untuk tetap memproduksi seluruh model Bentley di pabrik Crewe, Inggris, menjadi alasan utama mengapa merek ini tidak kehilangan karakter Inggrisnya.

Sejarah Bentley dimulai sejak 1919 ketika perusahaan didirikan dengan fokus pada mobil mewah berperforma tinggi. Merek ini sempat mengalami kehancuran akibat Depresi Besar pada 1929 dan akhirnya diambil alih oleh Rolls-Royce. Selama enam dekade, Bentley menggunakan sasis dan mesin dari Rolls-Royce, namun tetap mengembangkan identitas uniknya sendiri.

Perubahan kepemilikan besar terjadi pada 1998 ketika Volkswagen menawarkan 430 juta poundsterling untuk mengalahkan BMW dan mengambil alih Bentley beserta Rolls-Royce. Meskipun BMW berhasil menjalin kesepakatan dengan Rolls-Royce PLC untuk lisensi nama, kedua pabrikan Jerman akhirnya sepakat membagi aset: BMW mengelola Rolls-Royce sedangkan Volkswagen mengurus Bentley.

Sejak diambil alih, Bentley secara konsisten diproduksi di pabrik bersejarahnya di Pyms Lane, Crewe, Inggris. Hanya ada satu pengecualian ketika permintaan Flying Spur yang tinggi memaksa Bentley memproduksi sejumlah unit terbatas di pabrik Volkswagen di Dresden, Jerman, untuk memenuhi pesanan pelanggan.

Meskipun sebagian besar komponen menggunakan teknologi Volkswagen Group—mulai dari platform hingga mesin V6 3,0 liter dan V8 4,0 liter—Bentley tetap mempertahankan ciri khas Inggrisnya melalui pengerjaan cat, trim, dan personalisasi Mulliner yang rumit. Investasi 350 juta poundsterling di pabrik Crewe memastikan fasilitas pengecatan modern dan lini produksi untuk kendaraan listrik pertama Bentley, Torcal.

Sejak 2021, Bentley berada di bawah divisi Progressive Volkswagen yang dikendalikan Audi, namun basis produksi dan warisan Inggrisnya tetap dipertahankan dengan kuat hingga hari ini.

Sumber: Antara News

Rekomendasi

Scroll to Top