
Sistem panggilan darurat 112 di Indonesia mulai menunjukkan manfaatnya nyata bagi masyarakat. Layanan yang beroperasi 24 jam dan bebas pulsa ini dirancang untuk menjadi jembatan cepat antara warga yang membutuhkan pertolongan dan tim penyelamat atau medis, mirip dengan sistem 911 di Amerika Serikat.
Awinda, seorang pekerja kantoran di Surabaya, mengalami langsung manfaat layanan ini ketika menyaksikan kecelakaan dua sepeda motor di depan tempatnya bekerja. Salah satu pengendara jatuh dan tidak mampu bangun. “Hari ini pertama kalinya aku telepon layanan 112 karena ada kecelakaan di depan kantorku (motor dengan motor) korban yang jatuh lemas nggak bisa bangun kelihatannya sampai diangkat 2 orang untuk ke tepi jalan,” ceritanya. Setelah menelepon, tim medis datang dengan respons yang cukup cepat untuk memberikan pertolongan.
Kisah serupa juga dialami Komarudin, warga Surabaya lainnya, yang pernah mengalami kecelakaan parah hingga tidak sadarkan diri pada 20 Mei 2026 di Jalan Indrapura. Ketika warga menghubungi 112, tim medis datang untuk menanganinya dan membawanya ke rumah sakit. Petugas medis bahkan turut mengamankan sepeda motor korban dan memberitahu keluarganya tentang kejadian tersebut.
Keduanya mengungkapkan rasa syukur atas keberadaan layanan tersebut. “Saya sebagai warga Surabaya, ya, bangga Surabaya ini ada 112 seperti ini. Saya bangga dan saya merasa puas gitu loh,” ungkap Komarudin. Pengalaman positif mereka menunjukkan bahwa sistem ini benar-benar berfungsi sebagai penghubung vital dalam situasi gawat darurat.
Nomor tunggal 112 dapat digunakan untuk berbagai kejadian yang memerlukan penanganan segera, mulai dari kebakaran, kecelakaan, bencana alam, kondisi medis darurat, hingga gangguan keamanan. Kementerian Komunikasi dan Digital bertugas dalam regulasi dan koordinasi, sementara pemerintah daerah menjalankan operasional pusat panggilan dan mengoordinasikan tindak lanjut dengan instansi terkait.
“Nomor darurat 112 memudahkan masyarakat mengakses bantuan darurat di mana saja. Ini langkah nyata menuju sistem single number emergency seperti 911 di AS,” kata Wayan Toni Supriyanto, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital. Ia juga menghargai dukungan operator seluler dalam menyediakan akses gratis ke nomor 112.
Saat ini layanan 112 sudah tersedia di sejumlah kabupaten dan kota. Pemerintah berencana perluasan bertahap ke seluruh 514 kabupaten dan kota untuk menciptakan sistem darurat satu pintu yang terintegrasi. Namun penting diingat, masyarakat diminta menggunakan layanan ini hanya untuk situasi benar-benar darurat, karena panggilan palsu dapat mengganggu penanganan kasus yang sesungguhnya memerlukan bantuan.
Sumber: Detik Inet
Rekomendasi

PEVS 2026 Catat 35 Ribu Pengunjung, Minat Publik Terhadap Kendaraan Listrik Terus Meningkat

Adopsi AI Justru Bikin Perusahaan Asia-Pasifik Tertinggal dalam Modernisasi IT

Industri Kakao Olahan Indonesia Tumbuh, Kemenperin Manfaatkan Perjanjian Perdagangan untuk Perluas Ekspor

