Banyumas Cari Investor China Baru untuk Bangun Tol Pejagan-Cilacap

Banyumas Cari Investor China Baru untuk Bangun Tol Pejagan-Cilacap

Kabupaten Banyumas sedang membuka pintu bagi investor baru dari China untuk membiayai pembangunan Jalan Tol Pejagan-Cilacap. Langkah ini diambil setelah rencana kerja sama dengan investor sebelumnya dari Guangxi terhenti karena pemimpin perusahaan tersebut terjerat kasus korupsi di negara asalnya.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menjelaskan bahwa investor dari Guangxi sebelumnya sudah menunjukkan komitmen serius dan bahkan telah menyampaikan letter of intent setelah diskusi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. “Saya turut memfasilitasi pertemuan perusahaan tersebut dengan Menteri PU dan jajaran direktorat jenderal terkait,” ujarnya.

Kini pemerintah daerah sedang mengeksplorasi kerja sama dengan sebuah badan usaha milik negara China yang berpengalaman di bidang konstruksi, termasuk dalam proyek Jembatan Suramadu. Pertemuan antara Bupati, calon investor, dan pejabat Kementerian PU telah dilakukan di Jakarta pada 14 Oktober lalu.

Meski demikian, Bupati belum mengumumkan identitas perusahaan atau besaran investasi yang ditawarkan. Dia menekankan bahwa proses penjajakan masih berlangsung dan belum ada penetapan investor resmi maupun jadwal konstruksi yang pasti.

Tol Pejagan-Cilacap dirancang sepanjang 95 kilometer dengan perkiraan biaya investasi Rp27 triliun, diluar biaya pembebasan lahan. Target awal pembangunan adalah tahun 2029, dengan proyek terbagi menjadi lima seksi yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Jawa Tengah.

Sekitar 40 kilometer dari tol ini akan melewati Kabupaten Banyumas dengan dua simpang susun di Ajibarang dan Wangon. Menurut Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, proyek masih dalam tahap pra-studi kelayakan dengan dukungan pemerintah Australia, dengan target lelang pada kuartal IV 2026.

Bupati percaya pembangunan tol ini akan membuka akses ke wilayah Banyumas yang selama ini terhambat oleh keterbatasan infrastruktur transportasi. Dengan konektivitas yang lebih baik, diharapkan distribusi barang menjadi lancar dan daya tarik investasi di kawasan ini meningkat signifikan.

Sumber: Antara News

Rekomendasi

Scroll to Top