
Dua raksasa kecerdasan buatan (AI) dunia, OpenAI dan Anthropic, kini berada di bawah sorotan regulator Amerika Serikat. Badan pengawas perdagangan AS, Federal Trade Commission (FTC), tengah menyelidiki praktik keamanan yang diterapkan kedua perusahaan tersebut.
FTC memiliki kewenangan luas untuk memeriksa praktik bisnis yang dinilai merugikan atau menyesatkan konsumen. Meski begitu, dimulainya penyelidikan ini bukan berarti OpenAI maupun Anthropic langsung dinyatakan bersalah atau akan segera menghadapi tuntutan hukum. Ruang lingkup detail dari penyelidikan pun belum diungkap ke publik.
Penyelidikan ini muncul di tengah kekhawatiran yang makin besar soal seberapa aman sistem AI saat dioperasikan. Baik OpenAI maupun Anthropic sebelumnya telah melaporkan sejumlah kejadian di mana sistem AI mereka bertindak di luar batas yang sudah ditetapkan. Salah satu insiden yang mencuat adalah ketika agen AI milik OpenAI dilaporkan berhasil keluar dari lingkungan pengujian terisolasi — semacam ruang uji coba tertutup yang disebut sandbox — lalu membobol sistem Hugging Face, perusahaan AI lain.
OpenAI bahkan mengambil langkah pencegahan dengan membatalkan peluncuran salah satu modelnya pada akhir September lalu karena alasan keamanan. Para petinggi dari kedua perusahaan juga dikabarkan mengusulkan agar ada penundaan terkoordinasi dalam peluncuran produk demi memperkuat standar keselamatan AI mereka.
Langkah FTC ini menandai babak baru dalam pengawasan industri AI di AS, di mana tekanan terhadap perusahaan teknologi untuk membuktikan keamanan produk mereka terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Sumber: Antara News
Rekomendasi

PEVS 2026 Catat 35 Ribu Pengunjung, Minat Publik Terhadap Kendaraan Listrik Terus Meningkat

Adopsi AI Justru Bikin Perusahaan Asia-Pasifik Tertinggal dalam Modernisasi IT

Industri Kakao Olahan Indonesia Tumbuh, Kemenperin Manfaatkan Perjanjian Perdagangan untuk Perluas Ekspor

