Rumah Panggung Antianjir Dibangun untuk Warga Miskin di Aceh Barat, Anggarannya Rp1,4 Miliar

Rumah Panggung Antianjir Dibangun untuk Warga Miskin di Aceh Barat, Anggarannya Rp1,4 Miliar

Sebanyak 10 unit rumah panggung sedang dibangun di Kabupaten Aceh Barat khusus untuk warga berpenghasilan rendah yang selama ini tinggal di kawasan langganan banjir. Proyek ini dijalankan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) setempat dengan total anggaran fisik sebesar Rp1,4 miliar.

Rumah-rumah tersebut tersebar di beberapa kecamatan, dengan porsi terbesar—lima unit—berada di Desa Pasi Masjid, Kecamatan Meureubo. Sisanya dibagi ke Desa Marek Kecamatan Kaway XVI dua unit, serta masing-masing satu unit di Kecamatan Arongan, Woyla, dan Sungai Mas.

Pemilihan model panggung bukan tanpa alasan. Di sejumlah lokasi, banjir rutin datang setiap tahun dengan ketinggian air yang bisa melampaui satu meter. “Di lokasi seperti Desa Pasi Masjid, Kecamatan Meureubo, banjir terjadi secara rutin setiap tahunnya. Karena itu, spesifikasi rumah dibuat panggung berukuran 6 x 7 meter dengan struktur kaki-kaki serta pelat lantai beton bertulang dan dinding bata agar tahan terhadap terjangan air,” jelas Kepala Bidang Perumahan Perkim Aceh Barat, Ferdi Handaya.

Dana yang digunakan berasal dari TKD atau Dana Transfer Ke Daerah—yaitu anggaran yang dikirim pemerintah pusat ke daerah untuk kebutuhan lokal. Penerima bantuan sudah melalui proses seleksi ketat: harus masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah dengan tingkat kesejahteraan maksimal desil 4, punya tanggungan keluarga, tidak memiliki pekerjaan tetap, serta memiliki bukti kepemilikan tanah yang sah.

Seluruh proses pembangunan ditargetkan tuntas pada pertengahan Desember 2025. “Rata-rata masa berlaku kontrak habis pada 8 Desember. Kita harapkan pada tanggal tersebut sudah bisa dilakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pekerjaan. Selanjutnya, pada 10 hingga 15 Desember kita selesaikan proses pencairan anggaran dan penyerahan kunci kepada masyarakat penerima manfaat,” ujar Ferdi.

Program ini menjadi salah satu upaya konkret pemerintah daerah dalam memastikan warga yang paling rentan terhadap bencana mendapat hunian yang lebih aman dan layak untuk ditinggali.

Sumber: Antara News

Rekomendasi

Scroll to Top