:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5248275/original/011028300_1749574545-IMG-20250610-WA0038.jpg)
PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka semester pertama 2026 dengan kinerja yang solid. Perusahaan pelat merah ini berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sekitar Rp 18 triliun selama periode Januari hingga Juni 2026.
Capaian pendapatan itu ditopang oleh lonjakan jumlah penumpang yang signifikan. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, KAI mengangkut hampir 259 juta pelanggan, tepatnya 258.993.359 orang. Angka tersebut naik 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatat sekitar 240,8 juta penumpang.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan pernyataan ini dalam rangkaian perayaan ulang tahun ke-81 perusahaan yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Senin (28/9/2026). Ia menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis harus selalu berjalan beriringan dengan peningkatan layanan kepada masyarakat.
“Delapan puluh satu tahun setelah momentum sejarah perkeretaapian, KAI terus melanjutkan perannya dalam melayani masyarakat dan mendukung konektivitas Indonesia. Tema ‘Semakin Melayani’ menjadi komitmen agar setiap pertumbuhan dan transformasi perusahaan diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan serta manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Bobby.
KAI menyebut pertumbuhan positif ini akan dijadikan modal untuk memperkuat kapasitas angkut, meningkatkan keandalan operasional, menjaga standar keselamatan, serta memperluas integrasi layanan transportasi di tingkat nasional. Dengan fondasi kinerja yang kuat di awal tahun, KAI tampaknya berambisi menjadikan 2026 sebagai tahun transformasi layanan yang lebih terasa dampaknya bagi pengguna sehari-hari.
Sumber: Liputan6




