
Perjalanan panjang proses identifikasi jenazah tanpa nama yang ditemukan di Pulau Enggano akhirnya menemui titik terang. Polda Bengkulu memastikan jenazah tersebut adalah Surakman alias Sukarman (60), salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, pada Senin 7 September lalu.
Kepastian identitas itu diperoleh setelah tim DVI—singkatan dari Disaster Victim Investigation, unit khusus polisi yang menangani identifikasi korban bencana—dari Pusdokkes Polri mencocokkan data DNA sampel jenazah dengan data antemortem, yaitu data yang dikumpulkan sebelum kematian. Hasilnya dinyatakan identik.
“Memang benar Biddokes Polda Bengkulu besok pagi (Kamis, 24/9) akan mengirim jenazah Surakman yang sebelumnya ditemukan di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu,” kata Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto, Rabu (23/9).
Rangkaian proses ini bermula ketika Basarnas Bengkulu menerima laporan penemuan mayat tak dikenal di kawasan Pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, pada 12 September. Dua hari kemudian, Biddokkes Polda Bengkulu mengautopsi jenazah tersebut dan mengirimkan sampel DNA ke Pusdokkes Mabes Polri untuk diidentifikasi.
Setelah identitas resmi terkonfirmasi, jenazah Surakman akan dikirimkan ke wilayah Pandeglang, Provinsi Banten, agar keluarga bisa segera melakukan pemakaman. Kepulangan jenazah ini sedikit memberikan jawaban di tengah proses pencarian kapal dan rombongan jurnalis yang hingga kini masih terus berlangsung.
Sumber: Antara News
Rekomendasi

Makau Bukan Hanya Kasino: Destinasi Wisata Sejarah dan Kuliner Halal Menunggu di Ruins of St Paul’s

Kelompok Advokasi Desak Polri Selidiki Dugaan Pemalsuan Dokumen Pendidikan Gibran

Jenderal Richard Tampubolon Dilantik Jadi Wakil Menteri Pertahanan

