
Menghadapi meningkatnya titik panas di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengandalkan inovasi teknologi untuk mengidentifikasi sumber api yang tidak terlihat dengan mata telanjang. Drone thermal menjadi perangkat unggulan dalam operasi pencarian api bawah permukaan yang merupakan tantangan khusus dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Drone thermal adalah pesawat tanpa awak yang dilengkapi dengan kamera termal. Berbeda dari kamera konvensional yang menangkap gambar berdasarkan cahaya tampak, perangkat ini bekerja dengan mendeteksi radiasi panas yang dipancarkan dari suatu objek. Kemampuan ini memungkinkan petugas BNPB mengidentifikasi titik api yang tersembunyi di bawah permukaan tanah atau vegetasi yang masih terlihat dari udara, meskipun api belum merambah keluar.
Penerapan teknologi drone thermal oleh BNPB merupakan strategi komprehensif dalam manajemen bencana karhutla. Perangkat ini diintegrasikan ke dalam operasi lapangan sebagai bagian dari protokol penanganan kebakaran hutan dan lahan yang sedang berlangsung. Dengan kemampuan deteksi panas real-time, drone thermal mempercepat respons petugas dalam menemukan dan memadamkan api sebelum berkembang menjadi kebakaran skala besar di wilayah Kalimantan.
Berita ini merupakan laporan dari ANTARA, Media Sumber.
Ditulis ulang dari: undefined
Rekomendasi

Pemerintah Diminta Segera Tetapkan Panduan UMP 2027, Masih Pakai Acuan PP 49/2025

PSM Makassar Mulai ILeague Cup dengan Kemenangan, Pelatih Optimis Lolos Fase Grup

Vivo Siapkan Dua Flagship Kamera Canggih untuk 2027, Intip Spesifikasinya

