Kakao Indonesia Makin Murah di Pasar Ekspor, Ini Penyebabnya

Kakao Indonesia Makin Murah di Pasar Ekspor, Ini Penyebabnya

Harga ekspor biji kakao Indonesia anjlok 7,81 persen pada November 2026. Kementerian Perdagangan menetapkan harga patokan ekspor (HPE) kakao menjadi 5.242 dolar AS per metrik ton, turun dari periode sebelumnya yang mencapai 5.686 dolar AS.

Penurunan harga terjadi karena membludaknya pasokan kakao global akibat musim panen raya di negara-negara produsen utama, khususnya di Afrika Barat. Lonjakan stok ini langsung memberi tekanan ke bawah pada harga di pasar internasional.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Tommy Andana menjelaskan bahwa penetapan harga referensi dan harga patokan ekspor mempertimbangkan beberapa faktor sekaligus. “Terjadi peningkatan stok biji kakao akibat masa panen di negara produksi utama biji kakao, yaitu Afrika Barat, memicu penurunan HR dan HPE biji kakao periode November 2026,” ujarnya.

Selain kakao, komoditas ekspor lainnya juga mengalami fluktuasi harga pada bulan yang sama. Beberapa produk kayu seperti veneer dan kayu lapis justru mengalami kenaikan harga, sementara produk lainnya turun atau tetap stabil.

Dinamika harga komoditas ekspor semacam ini menunjukkan ketergantungan ekonomi Indonesia pada kondisi pasar global yang terus bergerak. Petani dan eksportir kakao perlu menyiapkan strategi adaptasi menghadapi volatilitas harga yang masih akan terus berlanjut.

Sumber: Antara News

Rekomendasi

Scroll to Top