
Kota Semarang kini memiliki senjata baru untuk mengantisipasi bencana banjir. Perangkat bernama Flood Eye yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) telah dipasang di kawasan Meteseh untuk memantau kondisi air secara real-time.
Sistem ini dirancang untuk bekerja otomatis mengukur seberapa deras aliran air dan volume debit yang mengalir. Data yang terkumpul kemudian dianalisis oleh algoritma AI untuk memprediksi potensi banjir sebelum benar-benar terjadi.
Dengan teknologi semacam ini, pihak berwenang dapat mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat lebih cepat. Waktu respons yang lebih singkat memberikan kesempatan warga untuk mengamankan diri dan harta benda mereka sebelum air memasuki permukiman.
Penempatan Flood Eye di Meteseh dipilih karena area tersebut adalah salah satu titik rawan banjir di Semarang. Integrasi teknologi monitoring dengan sistem peringatan dini diharapkan mampu mengurangi dampak kerugian yang selama ini dialami masyarakat setempat ketika musim hujan tiba.
Langkah ini menunjukkan bagaimana teknologi digital dan kecerdasan buatan dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan sosial di perkotaan. Jika terbukti efektif, model serupa berpotensi direplikasi ke lokasi-lokasi rawan banjir lainnya di Indonesia.
Sumber: Detik Inet
Rekomendasi

Pemerintah Diminta Segera Tetapkan Panduan UMP 2027, Masih Pakai Acuan PP 49/2025

PSM Makassar Mulai ILeague Cup dengan Kemenangan, Pelatih Optimis Lolos Fase Grup

Vivo Siapkan Dua Flagship Kamera Canggih untuk 2027, Intip Spesifikasinya

