Anthropic Siap IPO dengan Valuasi Fantastis, tapi Rugi Miliaran Dolar Setiap Tahun

Anthropic Siap IPO dengan Valuasi Fantastis, tapi Rugi Miliaran Dolar Setiap Tahun

Perusahaan AI Anthropic, pengembang asisten chat Claude, sedang mempersiapkan peluncuran saham perdana (IPO) yang diperkirakan akan menjadi salah satu terbesar dalam sejarah pasar modal. Penawaran saham tersebut dijadwalkan pertengahan November dan berpotensi memberikan nilai perusahaan melebihi USD 2 triliun, melampaui rekor SpaceX yang mencapai valuasi USD 2,1 triliun.

Dokumen pengajuan ke regulator pasar modal Amerika menunjukkan skala investasi infrastruktur yang belum pernah ada sebelumnya. Anthropic berkomitmen menghabiskan USD 110 miliar untuk layanan cloud Amazon hingga 2036, USD 120 miliar ke SpaceX hingga 2029, USD 115 miliar untuk Google, dan USD 45 miliar ke Microsoft hingga 2033 untuk mendukung model-model kecerdasan buatan mereka.

Pertumbuhan pendapatan Anthropic memang mengesankan, mencapai 1.368% per tahun untuk kuartal berakhir Juni 2026. Namun di balik angka tersebut, perusahaan mengalami kerugian bersih USD 80,7 miliar (sekitar Rp 1.465 triliun) hanya dalam enam bulan pertama 2026. Sepanjang 2025, kerugian mereka sudah mencapai USD 42 miliar.

Anthropic sendiri mengakui tantangan jangka panjang mereka. Perusahaan menyatakan: “Meskipun kami mengalami pertumbuhan pendapatan yang signifikan dalam beberapa periode terakhir, bisnis kami sangat padat modal. Pertumbuhan pendapatan kami mungkin tidak berkelanjutan dan tingkat pertumbuhan dapat menurun.” Mereka juga memperingatkan bahwa kerugian akan terus berlanjut karena rencana investasi besar-besaran di masa depan.

Saat ini Anthropic memiliki kas USD 112,4 miliar dari total modal sekitar USD 141 miliar yang berhasil dikumpulkan hingga akhir Juni. Perusahaan memperkirakan kas ini cukup untuk 12 bulan ke depan. IPO akan mencatatkan saham Anthropic di bursa Nasdaq dengan simbol “ANT”, dengan Goldman Sachs dan Morgan Stanley memimpin penawaran bersejarah ini.

Kritik terhadap model bisnis AI kini mulai terdengar dari kalangan ekonom Wall Street. Torsten Slok dari Apollo Global Management menyatakan bahwa meskipun investasi besar-besaran pada AI terus berdatangan, teknologi ini belum menghasilkan keuntungan finansial nyata bagi perusahaan Amerika di luar sektor teknologi. Namun hal ini tidak menghentikan perusahaan-perusahaan AI terbesar terus mengumpulkan dana masif untuk ekspansi mereka.

Sumber: Detik Inet

Rekomendasi

Scroll to Top