Kaltim Bidik Kemandirian Fiskal Lewat Hilirisasi Industri, Target 50% PAD dalam 3 Tahun

Kaltim Bidik Kemandirian Fiskal Lewat Hilirisasi Industri, Target 50% PAD dalam 3 Tahun

Kalimantan Timur sedang merancang strategi besar untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang sudah lama menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Pemerintah provinsi melihat peluang transformasi ekonomi menuju sektor-sektor yang berkelanjutan dan menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) yang lebih stabil untuk menopang anggaran daerah.

Saat ini, ekonomi ekstraktif seperti pertambangan batu bara dan migas masih menyumbang sekitar 34 persen dari Produk Domestik Regional Bruto Kaltim. Masalahnya, ketergantungan pada dana bagi hasil dari pusat semakin tidak menguntungkan karena alokasi dana tersebut sering terhambat. “Kebijakan transformasi ditempuh guna mengurangi ketergantungan fiskal terhadap dana transfer pusat dan menghadapi tantangan penahanan dana bagi hasil,” jelas Wakil Gubernur Seno Aji saat membuka Forum Konsultasi Daerah tentang rencana transformasi ekonomi Kaltim di Samarinda.

Untuk keluar dari situasi ini, pemerintah Kaltim menetapkan target ambisius: minimal 50 persen dari struktur anggaran daerah harus berasal dari PAD dalam tiga tahun ke depan. Strategi inti adalah mengembangkan industri pengolahan berbasis bahan baku lokal, khususnya hilirisasi kelapa sawit dan energi, agar menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi dibanding ekspor bahan mentah.

Pengembangan hilirisasi kelapa sawit sudah dimulai di Bontang dan Balikpapan, dengan produksi minyak goreng sebagai produk utama. Namun pemerintah ingin memperluas ke produk turunan sawit bernilai tinggi seperti keju dan kosmetik. Ekspansi berikutnya akan mencakup Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Nusantara di Kabupaten Kutai Timur untuk menarik lebih banyak investasi pabrik pengolahan.

Wagub Seno menekankan bahwa transformasi ini juga merupakan persiapan Kaltim menjadi pusat ekonomi yang mendukung Ibu Kota Nusantara. “Kita harapkan postur APBD kita ke depan sebagian besar sudah bersumber dari pendapatan asli daerah,” tegasnya. Investasi di sektor hilirisasi diharapkan membuka lapangan kerja luas dan mengurangi tingkat kemiskinan sambil memperkuat ketahanan fiskal daerah.

Sumber: Antara News

Rekomendasi

Scroll to Top