Pulau Perbatasan Kini Punya Panel Surya 150 kWp, PLN Bawa Energi Hijau ke Sebatik

Pulau Perbatasan Kini Punya Panel Surya 150 kWp, PLN Bawa Energi Hijau ke Sebatik

Pulau Sebatik di ujung utara Kalimantan, yang berbatasan langsung dengan Malaysia, kini resmi memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 150 kilowatt peak atau kWp — ukuran daya maksimal yang bisa dihasilkan panel surya. Fasilitas ini mulai tersambung ke jaringan listrik setempat pada Sabtu, 3 Oktober lalu.

PLN melalui unit distribusi wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara membangun PLTS ini sebagai bagian dari program perluasan energi terbarukan hingga ke daerah terdepan Indonesia. Sebelum dioperasikan, seluruh sistem dicek menyeluruh — mulai dari kelistrikan, proteksi, keamanan, hingga standar keselamatan kerja.

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa transisi energi tidak hanya berjalan di kota-kota besar. “Beroperasinya PLTS Sebatik merupakan langkah nyata dalam memperluas pemanfaatan energi bersih sekaligus memanfaatkan potensi energi yang tersedia di daerah,” katanya.

Ia juga menambahkan harapan agar PLTS ini menjadi pintu masuk pengembangan lebih lanjut. “Melalui PLTS ini, kami ingin terus membuka peluang pengembangan energi terbarukan di wilayah perbatasan dan menghadirkan manfaatnya secara berkelanjutan,” ujar Chaliq.

Di sisi teknis, Manager PLN UP3 Kaltara, Dody Suhendra, memastikan proses penyambungan ke sistem listrik lokal berjalan aman. “PLTS Sebatik berkapasitas 150 kWp telah berhasil di-energize dan disinkronkan dengan sistem. Sebelum masuk tahap operasi, kami memastikan seluruh aspek teknis, proteksi, keamanan, operasional, pemeliharaan, dan K3 telah dipersiapkan dengan baik,” jelasnya.

Ke depan, PLN berkomitmen merawat dan mengelola PLTS Sebatik secara rutin agar panel surya yang memanfaatkan potensi matahari berlimpah di kawasan itu bisa terus berproduksi secara optimal — memberi manfaat nyata bagi warga di wilayah perbatasan yang selama ini kerap luput dari perhatian pembangunan energi.

Sumber: Antara News

Rekomendasi

Scroll to Top