
Apple berencana memperketat salah satu fitur di macOS yang selama ini memberi akses luas ke seluruh isi penyimpanan komputer. Langkah ini diambil karena munculnya kekhawatiran soal agen AI — program kecerdasan buatan yang bisa bekerja secara mandiri — yang berpotensi mengintip atau mengambil file pengguna tanpa sepengetahuan mereka.
Fitur yang menjadi sasaran pembatasan adalah Full Disk Access, yaitu izin yang memungkinkan sebuah aplikasi membaca semua file di komputer Mac, termasuk dokumen pribadi, foto, hingga data sistem. Selama ini fitur ini memang tersedia, tapi Apple menilai risikonya makin besar seiring agen AI yang semakin canggih.
Kekhawatiran Apple cukup beralasan. Agen AI generasi terbaru mampu menjalankan tugas-tugas kompleks secara otomatis, dan jika diberi akses penuh ke penyimpanan, ada potensi data sensitif pengguna bisa diakses tanpa izin eksplisit. Dengan membatasi Full Disk Access, Apple ingin memastikan tidak ada program AI yang bisa leluasa menjelajahi isi komputer seseorang.
Pembatasan ini merupakan bagian dari upaya Apple menjaga privasi pengguna di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI. Ke depan, langkah ini bisa menjadi sinyal bahwa produsen perangkat besar mulai serius memikirkan ulang batas akses yang diberikan kepada aplikasi berbasis kecerdasan buatan.
Sumber: Detik Inet
Rekomendasi

PEVS 2026 Catat 35 Ribu Pengunjung, Minat Publik Terhadap Kendaraan Listrik Terus Meningkat

Adopsi AI Justru Bikin Perusahaan Asia-Pasifik Tertinggal dalam Modernisasi IT

Industri Kakao Olahan Indonesia Tumbuh, Kemenperin Manfaatkan Perjanjian Perdagangan untuk Perluas Ekspor

