2.053 Buku Karya Anak Terkumpul, Kemenekraf Incar Regenerasi Penulis Muda Indonesia

2.053 Buku Karya Anak Terkumpul, Kemenekraf Incar Regenerasi Penulis Muda Indonesia

Lebih dari dua ribu buku berhasil dikumpulkan dari tangan anak-anak dalam ajang Karya Raya 2026 — sebuah angka yang menunjukkan bahwa regenerasi penulis muda bukan sekadar wacana. Kementerian Ekonomi Kreatif menjadikan tren ini sebagai pijakan untuk memperkuat industri penerbitan nasional dari akar paling bawah.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan bahwa fondasi ekosistem penerbitan yang sehat harus dibangun sejak masa kecil. “Dari kebiasaan menulis, menggambar, bercerita, dan berbagi gagasan sejak kecil, kita sedang membangun fondasi generasi kreatif Indonesia yang nantinya mampu menciptakan karya untuk Indonesia bahkan bagi dunia,” ujar Irene.

Pertumbuhan jumlah karya anak dalam empat tahun terakhir memang cukup mencolok. Dari 638 karya pada 2023, angkanya terus naik menjadi 1.081 karya di 2024, lalu 1.870 karya di 2025, dan kini menembus 2.053 buku pada 2026.

Di balik lonjakan angka itu, ada konteks ekonomi yang tidak kecil. Berdasarkan data BPS 2025, subsektor penerbitan menyumbang PDB sebesar Rp94,02 triliun — naik dari Rp91,42 triliun tahun sebelumnya — dengan porsi 5,35 persen dari total PDB ekonomi kreatif nasional.

Karya Raya 2026 sendiri berlangsung di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), mulai 11 September hingga 2 Oktober 2026. Acara ini bukan sekadar pameran karya, melainkan juga menghadirkan workshop, storytelling, peluncuran buku, hingga kompetisi Tell A Tale — semuanya dirancang agar anak belajar tidak hanya membuat karya, tapi juga mempresentasikan dan menjualnya.

Kegiatan ini diinisiasi platform kreatif Bookabook bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta. Salah satu penanda penting dari penyelenggaraan tahun ini adalah peresmian Karya Raya Corner sebagai ruang permanen di dalam gedung perpustakaan — sinyal bahwa ruang berkarya bagi anak-anak kini hadir secara tetap, bukan hanya musiman.

Dengan kombinasi antara fasilitas permanen, dukungan pemerintah, dan momentum pertumbuhan karya yang konsisten, upaya mencetak generasi penulis Indonesia tampaknya mulai menemukan jalurnya yang lebih konkret.

Sumber: Antara News

Rekomendasi

Scroll to Top