
Di tengah tekanan geopolitik yang terus membayangi kedua negara, Rusia dan Iran justru memilih memperkuat hubungan di sektor energi. Pertemuan tingkat menteri antara kedua pihak berlangsung pada Senin, 28 September, di Moskow.
Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev bertemu langsung dengan Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad. Dalam forum itu, mereka membahas kondisi terkini sekaligus peluang pengembangan kerja sama energi bilateral yang selama ini menjadi tulang punggung hubungan ekonomi kedua negara.
“Kondisi terkini dan prospek kerja sama Rusia-Iran di sektor energi, yang merupakan salah satu bidang utama kerja sama ekonomi bilateral, telah dibahas,” demikian pernyataan resmi Kementerian Energi Rusia.
Salah satu topik spesifik yang diangkat adalah operasional Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr — reaktor nuklir yang dibangun Rusia di wilayah Iran dan selama ini menjadi simbol kerja sama strategis kedua negara di bidang energi atom.
Selain itu, pertemuan ini juga menyentuh soal kesepakatan lama yang belum tuntas, termasuk perjanjian di bidang pendidikan dan pasokan komoditas pertanian yang sudah dibahas sejak pertemuan sebelumnya di Teheran pada Februari lalu.
Ke depan, Iran juga dijadwalkan berpartisipasi dalam dua forum energi besar yang digelar Rusia: Pekan Energi Rusia pada 14-16 Oktober dan Forum Negara-Negara Eksportir Gas pada 25-27 Oktober, keduanya berlangsung di Moskow. Persiapan agenda untuk dua acara itu turut dibahas dalam pertemuan ini.
Menteri Tsivilev menegaskan pentingnya menjaga komunikasi yang produktif dengan Iran dan mendorong koordinasi lebih lanjut untuk memulai proyek-proyek baru yang menguntungkan kedua belah pihak. Pertemuan ini menandai komitmen nyata Rusia dan Iran untuk terus mempererat hubungan energi, meski keduanya sama-sama menghadapi tekanan dari komunitas internasional.
Sumber: Antara News




