174 Ribu Warga Kena ISPA Akibat Asap Karhutla, 40 Ribu di Antaranya Balita

174 Ribu Warga Kena ISPA Akibat Asap Karhutla, 40 Ribu di Antaranya Balita

Anak-anak menjadi salah satu kelompok paling terdampak dari bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat, dari total 174.694 kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA — yaitu penyakit yang menyerang hidung, tenggorokan, hingga paru-paru — yang terjadi sejak 18 Agustus hingga 21 September 2026, sebanyak 40.363 kasus menimpa balita.

Tujuh provinsi masuk dalam zona perhatian utama, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Wilayah-wilayah ini adalah daerah yang paling parah terpapar asap dari karhutla.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Then Suyanti, menyampaikan bahwa angka aktif saat ini jauh lebih kecil dari total kumulatif tersebut. “Data untuk hari ini, ada 4.533. Jadi yang sisanya sudah sembuh atau sehat kembali,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta.

Untuk menangani situasi ini, Kemenkes memperkuat posko kesehatan dan rumah sakit di daerah terdampak. Then menjelaskan langkah konkret yang sudah diambil: “Kita melakukan mobilisasi bantuan logistik berupa konsentrator oksigen, masker, tabung oksigen, dan termasuk menyiapkan Labkesmas untuk membantu pengujian kualitas udara, dan menggerakkan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) di kabupaten/kota.”

Kemenkes juga mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah daerah agar mempertimbangkan penerapan pembelajaran jarak jauh bagi anak-anak sekolah. Langkah ini bertujuan menekan paparan asap pada anak-anak yang dianggap paling rentan terhadap gangguan pernapasan akibat polusi udara. Selama asap karhutla masih menyelimuti wilayah terdampak, pemantauan kualitas udara dan kesiapan fasilitas kesehatan akan terus diintensifkan.

Sumber: Antara News

Rekomendasi

Scroll to Top