
Sebanyak 18 organisasi masyarakat (ormas) di Jakarta Utara resmi dilibatkan sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah. Pelibatan ini dilakukan melalui kegiatan bertajuk Pemberdayaan dan Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam Pembangunan Tahun 2026, yang digelar di Kantor Wali Kota Jakarta Utara pada Selasa, 22 September 2026.
Asisten Pemerintahan Sekretariat Kota Jakarta Utara, Muhammad Andri, menyebut ormas bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan penggerak perubahan di tengah masyarakat. “Organisasi kemasyarakatan adalah mitra penting pemerintah dalam menyerap aspirasi masyarakat, menjaga ketertiban, memperkuat persatuan, serta mendorong pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keberagaman warga Jakarta Utara sebagai modal besar yang perlu dikelola bersama. “Jakarta Utara memiliki masyarakat yang beragam dan dinamis. Ini adalah potensi besar. Ormas diharapkan hadir memberikan solusi nyata bagi persoalan masyarakat, mulai dari sosial, ekonomi, hingga pembinaan generasi muda,” kata Muhammad Andri.
Dari sisi penyelenggara, Ketua Sub Kelompok Ketahanan Ekonomi, Seni Budaya, Agama, dan Kemasyarakatan Kesbangpol Jakarta Utara, Sarah Inneke Putri, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengurus ormas. “Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan fungsi manajemen organisasi kemasyarakatan sebagai mitra pemerintah, serta meningkatkan kualitas SDM ormas agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki,” jelasnya.
Pemerintah Kota Jakarta Utara berharap forum semacam ini tidak berhenti di tataran seremonial, melainkan benar-benar menghasilkan langkah konkret. Kolaborasi yang solid antara pemerintah dan ormas dinilai menjadi kunci agar pembangunan di wilayah ini bisa berjalan lebih inklusif dan menyentuh kebutuhan masyarakat luas.
Sumber: Antara News
Rekomendasi

Komdigi Sebut Konten Banjir Aceh Tetap Dapat Diakses Publik

Makau Bukan Hanya Kasino: Destinasi Wisata Sejarah dan Kuliner Halal Menunggu di Ruins of St Paul’s

Kelompok Advokasi Desak Polri Selidiki Dugaan Pemalsuan Dokumen Pendidikan Gibran

