
Pameran Taiwan Marine Tech & Unmanned Robotics Expo menampilkan serangkaian inovasi yang mengubah cara operasional di laut. Beberapa kapal dan wahana tanpa awak dipresentasikan langsung kepada pengunjung, menunjukkan bagaimana otomasi kini merambah ke sektor maritim dengan teknologi yang semakin matang.
Salah satu bintang pameran adalah Devil Ray T24 dari MARTAC, sebuah kapal permukaan tanpa awak yang dirancang untuk berbagai kebutuhan operasional. Teknologi ini merepresentasikan lompatan signifikan dalam bagaimana pekerjaan di laut bisa dilakukan tanpa memerlukan kru di atas kapal.
Selain itu, Ghostwake buatan STR8 juga menarik perhatian. Wahana ini tidak hanya dipajang, tetapi juga didemonstrasikan langsung di perairan untuk menunjukkan kemampuan operasionalnya secara nyata. Pengunjung pameran bisa menyaksikan sendiri bagaimana perangkat ini bekerja di kondisi laut sebenarnya.
Produk lain yang turut hadir adalah SeaShark 600 dari Thunder Tiger. Kehadiran ketiga kendaraan laut tanpa awak ini mencerminkan tren industri yang menggabungkan robotika dengan teknologi maritim untuk menciptakan solusi operasional yang lebih efisien.
Pameran ini menjadi bukti nyata bahwa otomasi dan robotika bukan lagi sekadar konsep futuristik dalam industri kelautan. Semakin banyaknya perusahaan teknologi yang mengembangkan sistem maritim tanpa awak menandakan pergeseran paradigma dalam cara industri maritim beroperasi ke depannya.
Sumber: Detik Inet
Rekomendasi

PEVS 2026 Catat 35 Ribu Pengunjung, Minat Publik Terhadap Kendaraan Listrik Terus Meningkat

Adopsi AI Justru Bikin Perusahaan Asia-Pasifik Tertinggal dalam Modernisasi IT

Industri Kakao Olahan Indonesia Tumbuh, Kemenperin Manfaatkan Perjanjian Perdagangan untuk Perluas Ekspor

