
Acara tahunan OpenAI DevDay yang digelar di Fort Mason, San Francisco, tak berjalan mulus. Ratusan demonstran tiba-tiba memadati lokasi acara dan menggelar aksi protes yang memanas.
OpenAI DevDay adalah ajang yang biasanya digunakan perusahaan di balik ChatGPT itu untuk memperkenalkan produk dan fitur baru kepada para pengembang teknologi dari seluruh dunia. Namun tahun ini, sorotan justru datang dari luar gedung.
Para pendemo datang membawa berbagai tuntutan yang berkaitan dengan arah perkembangan kecerdasan buatan atau AI. Mereka mempersoalkan dampak sosial dari teknologi yang dikembangkan OpenAI, mulai dari isu ketenagakerjaan hingga kekhawatiran soal keamanan dan etika pengembangan AI.
Aksi ini mencerminkan keresahan yang semakin meluas di kalangan masyarakat terhadap perusahaan-perusahaan AI raksasa. Semakin besar pengaruh teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari, semakin keras pula suara-suara yang menuntut transparansi dan tanggung jawab dari perusahaan yang mengembangkannya.
Demonstrasi di DevDay ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi tidak selalu disambut tepuk tangan—ada pula kelompok yang ingin memastikan inovasi berjalan seiring dengan keadilan dan perlindungan bagi masyarakat luas.
Sumber: Detik Inet
Rekomendasi

PEVS 2026 Catat 35 Ribu Pengunjung, Minat Publik Terhadap Kendaraan Listrik Terus Meningkat

Adopsi AI Justru Bikin Perusahaan Asia-Pasifik Tertinggal dalam Modernisasi IT

Industri Kakao Olahan Indonesia Tumbuh, Kemenperin Manfaatkan Perjanjian Perdagangan untuk Perluas Ekspor

