
Canva, platform desain grafis online yang berbasis di Australia dan menjadi salah satu startup paling sukses di kawasan, baru saja mengumumkan keputusan untuk memberhentikan sekitar 22% dari total tenaga kerjanya. Keputusan ini merupakan bagian dari rencana restrukturisasi besar yang akan mengubah arah operasional perusahaan dalam beberapa waktu ke depan.
Angka 22% berarti ribuan karyawan Canva akan terkena dampak dari pengurangan ini. Selain pemberhentian, perusahaan juga mengumumkan bahwa beberapa posisi akan mengalami relokasi, kemungkinan besar menyangkut pemindahan lokasi kerja atau perubahan struktur departemen.
Sebagai salah satu unicorn startup Australia yang paling dikenal secara global, keputusan Canva ini mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak perusahaan teknologi dalam menyesuaikan ukuran organisasi mereka dengan kondisi pasar yang berubah. Langkah ini diambil untuk memastikan efisiensi operasional ke depannya.
Informasi lebih detail mengenai jumlah pasti karyawan yang terkena PHK dan rencana relokasi selengkapnya belum diumumkan secara terperinci oleh pihak Canva pada saat pengumuman ini dibuat.
Sumber: Detik Inet
Rekomendasi

Mode Pesawat Memang Percepat Pengisian Daya HP, tapi Efeknya Ternyata Kecil

Tencent Luncurkan AI Hy4 dengan Fitur Keamanan yang Ditingkatkan

Padang Siap Wakili Indonesia di Kompetisi Kota Kreatif UNESCO 2027 Kategori Gastronomi

