
Setelah dihantam kebijakan pajak opsen yang sempat membuat pasar otomotif di Jawa Tengah dan DIY terjun bebas, penjualan kendaraan Toyota melalui dealer Nasmoco kini mulai merayap naik. Pemulihan ini terjadi setelah konsumen dan pelaku industri melewati sekitar satu tahun masa penyesuaian.
Secara keseluruhan, Nasmoco mencatatkan penjualan 8.900 unit, naik 7,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menjadi sinyal positif bahwa pasar perlahan menemukan keseimbangan baru setelah terdampak kebijakan opsen — yakni pungutan pajak tambahan daerah yang dikenakan di atas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Opsen sendiri membuat harga kendaraan di wilayah ini melonjak karena komponen pajaknya diperkirakan mencapai 66 persen dari BBNKB dan PKB yang berlaku. Akibatnya, pada awal penerapan kebijakan ini, pasar di Jawa Tengah dan DIY sempat anjlok hingga 30 persen.
Vice President Director Nasmoco, Jodjana Jody, menggambarkan perubahannya secara gamblang. “Q2, sejak ada opsen, itu 2.600 unit. Tapi tahun ini, karena sudah latihan satu tahun ya, mungkin ototnya sudah kuat lagi, jualan kami naik ke 3.500,” ujarnya saat ditemui dalam kegiatan media drive di Yogyakarta, Senin (14/9).
Pemulihan juga terlihat dari data penjualan Juli dan Agustus. Jika pada periode yang sama tahun lalu Nasmoco hanya menjual 1.800 unit, maka di Juli-Agustus 2026 angkanya naik ke 2.288 unit — sebuah lompatan yang cukup berarti.
Dari sisi model, Toyota Avanza masih menjadi jagoan penjualan Nasmoco, diikuti oleh Innova, Veloz, Zenix, dan Calya. Kelima model ini menjadi tulang punggung penjualan Toyota di wilayah operasional Nasmoco yang mencakup seluruh Jawa Tengah dan DIY.
Meski harga kendaraan di kawasan ini masih lebih tinggi dibanding daerah lain akibat struktur pajak opsen, tren pembelian yang kembali meningkat menunjukkan bahwa konsumen sudah mulai beradaptasi dan siap kembali ke showroom.
Sumber: Media Sumber
