Atlet Para Indonesia Butuh Waktu Latihan Lebih Lama untuk Jaga Performa

Atlet Para Indonesia Butuh Waktu Latihan Lebih Lama untuk Jaga Performa

Chef de Mission (pemimpin delegasi) Indonesia Reda Manthovani mengingatkan bahwa persiapan atlet para untuk kompetisi tingkat Asia memerlukan durasi yang lebih panjang dari yang selama ini diberikan. Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga hanya mengalokasikan tiga bulan untuk pemusatan latihan nasional sebelum ajang kompetisi dimulai.

Reda berpendapat jangka waktu tersebut tidak cukup memaksimalkan kondisi fisik atlet ketika bersaing di level Asia. “Untuk Asian Para Games ini aja, pemerintah melalui Kemenpora hanya memberikan jatah Pelatnas tiga bulan. Itu sebenarnya kurang cukup,” kata Reda saat berada di Nagoya, Jepang.

Melihat kinerja atlet Indonesia di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Reda mengaitkan hasil yang belum optimal—termasuk beberapa atlet yang hanya meraih medali perunggu atau tidak masuk podium—dengan keterbatasan waktu persiapan. Kondisi fisik yang kurang prima menjadi salah satu penyebab utama yang teridentifikasi.

Untuk mengatasi hal itu, Reda mengusulkan agar pemerintah memperpanjang durasi pelatnas menjadi minimal enam bulan. “Makanya diperlukan ya paling minimal tuh enam bulan,” ungkapnya. Perpanjangan ini diperlukan agar program latihan berjalan secara berkelanjutan dan konsisten.

Pentingnya program jangka panjang semakin terasa mengingat Indonesia akan menghadapi dua ajang besar berturut-turut: ASEAN Para Games 2027 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Paralimpiade Los Angeles 2028 di Amerika Serikat. Dengan waktu latihan yang lebih panjang, baik atlet berpengalaman dapat mempertahankan prestasi maupun atlet-atlet muda berbakat dapat terus berkembang.

Reda mencontohkan keberhasilan atlet muda yang sudah mulai bersinar, seperti I Kadek Dwi Purwana Yasa dari para atletik dan Abdil Majid Rahman dari para renang, yang meraih emas di Asian Para Games 2026. Pembinaan berkelanjutan akan mencegah stagnasi perkembangan setelah setiap kompetisi selesai.

Meski mengajukan rekomendasi perbaikan sistem, kontingen Indonesia sebenarnya telah melampaui target medali di ajang Nagoya dengan meraih 14 emas, 20 perak, dan 37 perunggu—jauh melebihi target awal yang ditetapkan. Namun, pencapaian ini menjadi landasan untuk terus meningkatkan sistem pembinaan atlet para ke depan.

Sumber: Antara News

Rekomendasi

Scroll to Top