
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah baru saja mengumpulkan 600 karya riset dari berbagai peneliti, akademisi, dan masyarakat umum di seluruh Indonesia. Dari jumlah besar itu, sebanyak 51 karya berhasil disaring menjadi policy brief atau ringkasan kebijakan yang berisi rekomendasi strategis untuk membantu pemerintah membuat keputusan pembangunan daerah yang lebih baik.
Program kolaborasi antara Pemprov Jateng dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini puncaknya dirayakan dengan pemberian Anugerah Karya Riset Pembangunan (AKRP) Jateng dan penghargaan Menulis Berdampak 2026. Acara apresiasi tersebut berlangsung di Gradhika Bhakti Praja Semarang pada 15 Oktober 2026.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menekankan bahwa setiap pembangunan wilayah harus didasarkan pada data dan temuan riset yang kuat, bukan sekadar rencana di atas kertas. Ia berkomitmen mengubah seluruh karya riset yang terkumpul menjadi tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Basis pembangunan di tempat kita adalah riset, sehingga hasil riset ini akan kita kumpulkan dan nantinya akan menjadi terobosan kreatif untuk pengembangan wilayah,” ujar Luthfi dalam keterangan tertulis.
Menurut Luthfi, riset memiliki nilai tambah karena dapat membantu pemerintah mendeteksi dan mengatasi dampak negatif dari sebuah program sejak dini. Oleh sebab itu, ia mengajak para peneliti untuk senantiasa siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam proses pengembangan wilayah ke depan.
Rekomendasi strategis yang diserahkan dalam acara tersebut mencakup berbagai isu penting mulai dari ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan, pengembangan ekonomi lokal dan UMKM, hingga sektor kesehatan masyarakat. Dengan dokumentasi yang terstruktur, pemerintah kini memiliki landasan yang lebih kuat untuk merancang kebijakan yang efektif dan sesuai kebutuhan lokal.
Sumber: Detik.com
Rekomendasi

PEVS 2026 Catat 35 Ribu Pengunjung, Minat Publik Terhadap Kendaraan Listrik Terus Meningkat

Adopsi AI Justru Bikin Perusahaan Asia-Pasifik Tertinggal dalam Modernisasi IT

Industri Kakao Olahan Indonesia Tumbuh, Kemenperin Manfaatkan Perjanjian Perdagangan untuk Perluas Ekspor

