Program MBG Serap Lebih dari 12 Ribu Tenaga Kerja di Bali, Pengangguran Ikut Turun

Program MBG Serap Lebih dari 12 Ribu Tenaga Kerja di Bali, Pengangguran Ikut Turun

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tidak hanya soal urusan perut. Di Bali, program andalan pemerintahan Prabowo-Gibran ini turut membuka ribuan lapangan kerja baru yang membantu menekan angka pengangguran di provinsi tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bali, Supendi, menyebut bahwa hingga September 2026 program ini sudah merekrut 12.503 pekerja. “Program MBG salah satunya membuka akses lapangan kerja,” ujarnya. Para pekerja ini tersebar di 277 titik dapur atau yang secara resmi disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Bali.

Tugas mereka cukup beragam, mulai dari belanja bahan makanan, memasak, mengemas, hingga mendistribusikan makanan ke para penerima manfaat. Total sudah 618.390 orang di seluruh Bali yang menikmati program ini. Penerima terbanyak berada di Kabupaten Buleleng dengan 107.673 orang, disusul Kota Denpasar sebanyak 106.223 orang.

Dari sisi penerima, siswa Sekolah Dasar (SD) mendominasi dengan porsi 40,14 persen, diikuti siswa SMP (22,16 persen), SMA (17 persen), dan TK (6,24 persen). Selebihnya adalah balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta guru dan tenaga pendidik.

Dampaknya mulai terlihat pada data ketenagakerjaan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Bali pada Mei 2026 turun menjadi 1,52 persen, berkurang 0,07 persen poin dibanding Februari 2026. Jumlah pengangguran pun menyusut dari 42.320 orang menjadi 40.970 orang dalam periode yang sama.

Program MBG di Bali pertama kali bergulir pada 6 Januari 2025 di Kabupaten Jembrana. Kini, hampir dua tahun berjalan, program ini tampaknya memberikan manfaat yang lebih luas dari sekadar gizi — yakni ikut menggerakkan roda ekonomi dan membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.

Sumber: Antara News

Rekomendasi

Scroll to Top