
Pemerintah Amerika Serikat menangkap seorang CEO yang diduga terlibat dalam penyelundupan server berteknologi tinggi ke China. Server tersebut dilengkapi chip buatan Nvidia yang masuk dalam daftar produk dengan pembatasan ekspor ketat.
Chip Nvidia yang dimaksud termasuk kategori komponen semikonduktor canggih — perangkat keras kecil yang menjadi otak dari sistem kecerdasan buatan dan komputasi berkinerja tinggi. Amerika Serikat membatasi penjualan chip jenis ini ke China karena khawatir digunakan untuk keperluan militer atau pengembangan teknologi strategis.
Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah AS untuk menutup celah yang selama ini dimanfaatkan pihak-pihak tertentu guna menghindari aturan kontrol ekspor teknologi sensitif.
Kasus semacam ini menunjukkan bahwa persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China tidak hanya berlangsung di meja perundingan, tetapi juga di jalur-jalur gelap perdagangan yang kian diawasi ketat oleh aparat penegak hukum.
Sumber: Detik Inet
Rekomendasi

PEVS 2026 Catat 35 Ribu Pengunjung, Minat Publik Terhadap Kendaraan Listrik Terus Meningkat

Adopsi AI Justru Bikin Perusahaan Asia-Pasifik Tertinggal dalam Modernisasi IT

Industri Kakao Olahan Indonesia Tumbuh, Kemenperin Manfaatkan Perjanjian Perdagangan untuk Perluas Ekspor

