
Ribuan burung gagal diselundupkan melewati Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Sabtu malam, 26 September. Petugas gabungan mencegat sebuah bus antarkota dan menemukan ribuan ekor burung tersembunyi di bagasinya, tanpa satu pun dokumen karantina yang sah.
Bus yang dicegat adalah Sinar Jaya bernomor polisi D 7519 AV, yang tengah dalam perjalanan dari Palembang menuju Kampung Rambutan, Jakarta. Pemeriksaan dilakukan sekitar pukul 20.30 WIB di kawasan Seaport Interdiction — yakni pos pemeriksaan khusus di area pelabuhan — oleh tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, petugas karantina, BKSDA, dan pegiat perlindungan satwa.
“Petugas menemukan 2.775 ekor burung berbagai jenis yang diangkut tanpa dilengkapi dokumen karantina yang sah. Selanjutnya, burung-burung tersebut kami amankan untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut bersama instansi terkait,” kata Kepala KSKP Bakauheni AKP Fransiskus Yepta Terang Ginting.
Burung-burung itu terdiri dari 19 jenis berbeda, disimpan di dalam keranjang dan kardus di bagasi bus. Jenis terbanyak adalah terucukan sebanyak 950 ekor, diikuti jalak kerbau 480 ekor, prenjak Jawa 360 ekor, prenjak kelabu 283 ekor, dan pentet kelabu 177 ekor. Jenis lain yang turut ditemukan antara lain manyar, sogon, kacamata, cipo, dan srigunting.
Dua orang yang berada di dalam bus ikut diamankan untuk dimintai keterangan. Bus tersebut beserta dua unit ponsel juga disita sebagai barang bukti. Pelaku dapat dijerat Pasal 88 huruf a dan c Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan — aturan yang melarang pengangkutan satwa tanpa dokumen resmi.
Seluruh burung kemudian diserahkan ke Balai Karantina dan BKSDA Wilayah Kerja Bakauheni untuk penanganan lebih lanjut. Kasus ini menjadi pengingat bahwa jalur darat dan laut tetap menjadi celah yang kerap dimanfaatkan untuk pengiriman satwa ilegal lintas daerah.
Sumber: Antara News
Rekomendasi

Makau Bukan Hanya Kasino: Destinasi Wisata Sejarah dan Kuliner Halal Menunggu di Ruins of St Paul’s

Kelompok Advokasi Desak Polri Selidiki Dugaan Pemalsuan Dokumen Pendidikan Gibran

Jenderal Richard Tampubolon Dilantik Jadi Wakil Menteri Pertahanan

