:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356552/original/091099200_1790183368-IMG-20260923-WA0110.jpg)
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas khusus untuk mempercepat realisasi program pendidikan gratis di sekolah-sekolah negeri Indonesia. Agenda ini mencakup seluruh jenjang, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas dan kejuruan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan cakupan program tersebut sangat luas. “Penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 164 ribu sekolah negeri pada jenjang tersebut di seluruh Indonesia,” kata Teddy dikutip dari siaran pers, Rabu (23/9/2026).
Tidak berhenti di situ, pemerintah juga sedang mematangkan rencana penghapusan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri. Artinya, mahasiswa berpotensi tidak perlu lagi membayar uang kuliah tunggal (UKT) maupun uang pangkal saat mendaftar ke kampus negeri.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan nasional, pemerintah juga berencana membentuk Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama. Langkah ini dinilai sebagai upaya mengintegrasikan pendidikan pesantren ke dalam sistem pendidikan nasional secara lebih formal.
Jika seluruh rencana ini terealisasi, Indonesia bakal memiliki jalur pendidikan gratis yang nyaris menyeluruh — dari anak usia dini hingga bangku kuliah — sebuah lompatan besar dalam kebijakan pendidikan yang selama ini kerap jadi sorotan masyarakat.
Sumber: Liputan6
Rekomendasi

Makau Bukan Hanya Kasino: Destinasi Wisata Sejarah dan Kuliner Halal Menunggu di Ruins of St Paul’s

Kelompok Advokasi Desak Polri Selidiki Dugaan Pemalsuan Dokumen Pendidikan Gibran

Jenderal Richard Tampubolon Dilantik Jadi Wakil Menteri Pertahanan

